![]() |
| Ilustrasi Adzan. Sumber Foto : Internet |
Terdapat begitu banyak hadis shahih yang mengungkapkan keutamaan azan dan orang yang mengumandangkannya. Sebagaian hadits tersebut kami kemukakan dalam pembahasan ini sebagai berikut.
1. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa RAsulullah saw bersabda,
"Seandainya orang-orang mengetahui rahasia yang terkandung dalam azan dan barisan pertama dalam shalat, sehingga mereka tidak mendapatkan cara kecuali harus melakukan undian (untuk mengumandangkan azan,-ed), mereka pasti akan berlomba-lomba untuk mengadakan undian. Seandainya mereka mengetahui keutamaan orang yang bersegera melaksanakan shalat Zhuhur, pastilah mereka akan berlomba-lomba mengerjakannya. Seandainya mereka mengetahui keutamaan shalat Isya dan Subuh, pastilah mereka mendatanginya meskipun harus merangkak". (HR. Bukhari dan lainnya)
- Maksud hadist ini, jika orang-orang mengetahui rahasia keutamaan dan besarnya pahala yang terkandung dalam azan dan barisan pertama ketika shalat berjamaah, tentulah mereka akan mengadakan undian untuk menentukan siapa yang berhak dan diantara mereka untuk menempati saf pertama dan mengumandangkan azan karena pemintanya sangat banyak. Kata at-tahjir dalam hadist ini berarti bersegera mengerjakan shalat Zuhur Al'Atamah berarti shalat Isya. Sedangkan kata Habwa berasal dari kata habba ash-shabi (balita yang merangkak) saat anak tersebut berjaln dengan keempat anggota tubuhnya yaitu kedua kaki dan tangannya.
- HR.Bukhari, kitab: al-adzan, Bab: al-Istiham Fi Al-adzan, 1/159 dan 160, dan Muslim, Kitab: ash-Shalah, Bab: Taswiyah ash-Shufuf wa Iqamatuha wa Fadhl al-Awwal Minh, 1/325, hadist no 129
2. Muwaiyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya pada hari kiamat nanti orang-orang yang mengumandangkan azan adalah mereka yang paling panjang lehernya." (HR.Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah)
3. Al-Barra' bin Azib r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda,
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mengerjakan shalat pada barisan pertama. Orang yang mengumandangkan azan akan diampuni dosanya sepanjang suaranya (terdengar,.ed.) dan berhak mendapatkan sedekah dari orang yang mendengarnya, baik kurma basah maupun kering. Selain itu, muazin ini berhak mendapatkan pahala sepadan dengan pahala yang shalat bersamanya."
Al-Mundziri mengatakan, "Hadist ini diriwayatkan Imam Ahmad, dan Nasa'i dengan sanad Jayyid."
4. Diriwayatkan oleh Abu ad-Darda' r.a. ia mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,
"Jika di antara tiga orang tidak ada satu pun yang mengumandangkan azan bahkan shalat pun tidak dilaksanakan diantara mereka, pastilah setan akan menguasai mereka." (HR.Ahmad)
5. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw, bersabda,
"Imam adalah orang yng bertanggungjawab dan muazin adalah orang yang dipercaya. Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada para imam dan ampunilah orang-orang yang menyerukan azan."
6. Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a., ia mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,
"Tuhanmu - Yang maha kuasa lagi Mahamulia - kagum terhadap pengembala kambing di sebuah deretan pegunungan yang mengumandangkan azan untuk shalat kemudian ia mendirikan shalat. Allah swt kemudian berfirman, "Lihatlah kepada hamba-Ku ini. Ia mengumandangkan azan dan mengerjakan shalat karena takut kepada-Ku. Aku telah megampuni dan memasukkannya dalam surga." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa'i).

No comments